Polman, Sulbar – Suasana Ramadan begitu terasa di Masjid Nuruttauba, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Jumat (7/3/2025).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, masjid bersejarah ini selalu dipenuhi jemaah yang datang dari berbagai daerah untuk melaksanakan salat tarawih.
Menurut pantauan media Detektip, tradisi unik tetap lestari di sekitar Masjid Lapeo. Setiap pengendara yang melintas di depan masjid tampak berhenti sejenak untuk memberikan sedekah yang di masukkan kedalam kotak amal. Uang yang diberikan diletakkan di area depan masjid dan kemudian dikumpulkan oleh pengurus untuk berbagai keperluan sosial serta perawatan masjid.
Masjid Lapeo bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di dalamnya terdapat makam KH. Muhammad Thair, atau yang lebih dikenal sebagai Imam Lapeo, seorang ulama besar yang sangat dihormati di Sulawesi Barat. Keberadaan makam ini menjadikan Masjid Lapeo sebagai salah satu pusat dakwah dan spiritual yang sering dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Hj. Murni (60), salah satu jemaah, mengungkapkan bahwa tradisi memberi sedekah saat melintas di depan Masjid Lapeo sudah ada sejak lama. “Ini bentuk penghormatan dan keberkahan bagi yang memberi maupun yang menerima. Masjid ini bukan hanya tempat salat, tapi juga pusat ilmu dan sejarah,” ujarnya.
Salat tarawih di Masjid Lapeo malam ini berlangsung dengan khusyuk, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di seluruh penjuru masjid oleh Imam mesjid. Masyarakat berharap agar tradisi dan keberkahan Ramadan di Masjid Lapeo terus lestari dari generasi ke generasi.







