Barru Sulawesi Selatan Detektif — Pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Barru bukan hanya menjadi lompatan besar dalam penguatan ekonomi kerakyatan, tapi juga menjadi contoh bagaimana kepemimpinan visioner mampu mempermudah proses hukum dan birokrasi.
Hal ini disampaikan langsung oleh A. Mindaryani Y, ST, SH, MKn, notaris yang telah mengabdi selama lebih dari 12 tahun di Barru. Menurutnya, pembentukan KMP kali ini sangat berbeda dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.
“Bukan hanya karena jumlah koperasi yang banyak, mencakup seluruh desa dan kelurahan, tapi juga karena kolaborasi semua pihak begitu nyata. Mulai dari pemerintah kabupaten, perangkat desa, hingga masyarakat bersinergi dengan semangat gotong royong yang luar biasa,” ujarnya.
Proses dimulai dengan pemesanan nama koperasi yang hasilnya langsung diumumkan dalam Musyawarah Desa (Musdes) atau Musyawarah Kelurahan (Muskel). Nama tersebut kemudian dimuat dalam Berita Acara Pendirian dan dijadikan dasar penyusunan akta oleh notaris.
Efisiensi Tanpa Mengabaikan Legalitas
Hal yang menjadi sorotan utama adalah kebijakan Ibu Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang juga berlatar belakang sebagai notaris. Berkat pemahamannya terhadap mekanisme hukum perdata, ia mengambil langkah efisien dengan mendelegasikan penandatanganan akta kepada kepala desa/lurah sebagai kuasa anggota pendiri.
“Ini sangat efektif. Pengurus koperasi tidak perlu bolak-balik ke kantor notaris. Semua bisa dijalankan secara terkoordinasi, tanpa mengorbankan aspek legalitas,” ujar Mindaryani.
Tak hanya itu, Ibu Bupati juga memfasilitasi kerja sama dengan Kantor Pajak agar proses pembuatan NPWP dilakukan secara kolektif. Padahal, NPWP merupakan salah satu syarat utama dalam penerbitan akta koperasi.
Koordinasi Digital, Semangat Kolektif
Salah satu inovasi penting lainnya adalah pembentukan grup WhatsApp oleh pemerintah kabupaten untuk setiap koperasi. Grup ini menjadi wadah komunikasi langsung antara notaris, dinas terkait, dan pengurus koperasi di desa.
“Segala informasi, revisi dokumen, bahkan edukasi mengenai KBLI dan isi akta disampaikan cepat melalui grup tersebut. Efisien dan sangat membantu,” tambah Mindaryani.
Tak hanya di balik meja, para kepala dinas juga turun langsung ke lapangan menjelang pelantikan serentak. Mereka menghubungi satu per satu pengurus koperasi untuk memastikan kelengkapan berkas, bahkan hingga malam hari.
Notaris: Kami Diberi Panggung untuk Berkontribusi
Menutup pernyataannya, Mindaryani menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Barru.
“Sebagai notaris, ini pertama kalinya saya merasa benar-benar dilibatkan dalam skema pembangunan ekonomi daerah. Saya merasa dihargai dan diberi ruang untuk berkontribusi. Ini pengalaman luar biasa.”
Dengan pendekatan terintegrasi, sentuhan hukum yang presisi, dan gotong royong lintas sektor, Koperasi Merah Putih telah membuktikan bahwa koperasi bukan sekadar bentuk organisasi ekonomi, tetapi juga perwujudan nyata dari semangat kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat.







