Barru Sulawesi Selatan Detektif, 2 Mei 2025 — Proyek rel dan stasiun kereta api di Kabupaten Barru, khususnya di Kecamatan Mallusetasi, kini menuai keprihatinan warga. Fasilitas transportasi yang dibangun dengan dana APBN dan APBD Provinsi Sulawesi Selatan itu tampak terbengkalai dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya.
Kondisi Stasiun Palanro, yang terletak di Kelurahan Palanro, menjadi contoh nyata. Jalur rel telah dipenuhi ilalang dan rumput liar. Meskipun masih terlihat adanya penjagaan oleh petugas berseragam Dinas Perhubungan dan satuan keamanan, namun upaya pemeliharaan atau pemanfaatan fasilitas tampaknya sangat minim.

“Kami prihatin,”ujar Ambo (50), warga sekitar.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Proyek besar ini dibangun dengan dana negara, tapi setelah rampung tidak dimanfaatkan. Rel dan stasiunnya seperti dibiarkan begitu saja,” ucap Ambo saat ditemui di sekitar stasiun, Jumat (2/5).
Ambo mengaku setiap hari melintasi area tersebut karena sawah keluarganya berada tidak jauh dari lokasi stasiun. Ia menyaksikan langsung perubahan kondisi fisik stasiun yang semakin rusak.
“Atap banyak yang bocor, plafonnya hancur, dan rumput tumbuh liar di sepanjang jalur rel. Ini sangat disayangkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapan warga agar fasilitas yang telah dibangun itu segera difungsikan.
“Masyarakat di sini sebenarnya sangat menunggu-nunggu bisa bepergian dengan kereta api. Tapi sejak stasiun ini selesai dibangun, tidak pernah sekalipun ada kereta yang datang dan berhenti di sini,” tegasnya.
Ia pun mendesak Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk turun langsung melihat kondisi nyata di lapangan.
“Jangan hanya di atas kertas. Kami butuh perhatian dan solusi, bukan janji,” tutupnya.
Dilaporkan oleh Bastu







