Setelah Adukan PT USP ke Polda Kalbar, Koprasi MKP dan Petani Plasma Gelar Aksi Damai

Setelah Adukan PT USP ke Polda Kalbar, Koprasi MKP dan Petani Plasma Gelar Aksi Damai

 

Ketapang – Kalbar, Anggota DPRD Ahmad Fatoni sekaligus Ketua Umum Koprasi Mitra Karya Perkasa ( MKP ) mengikuti orasi damai yang di gelar oleh petani plasma di area kebun plasma antara petani dan PT.USP di Desa Pelempangan, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, pada Sabtu (1/11/2025).

Orasi damai ini di laksanakan karna adanya kekecewaan petani plasma di 4 desa diantaranya, Desa Kelempai, Desa Sengkuang Merabung, Desa Pelempangan, dan Desa Pakit Selaba, tidak mendapatkan hasil, justru sangat merugikan Koprasi Mitra Kaya Perkasa(MKP) dan petani plasma yang bermitra dengan PT USP,” ujar Fatoni.

Aksi damai ini bergejolak beriringan setelah Ketua Umum Koprasi MKP melaporkan pengaduan ke Polda Kalbar terkait dugaan kerugian petani plasma yang tidak mendapat hasil yang semestinya berdampak peningkatan perekonomian bagi petani plasma, namaun hal ini tidak dirasakan oleh petani plasma. kami hari ini melakukan orasi damai bertujuan agar keluhan petani plasma didengar dan permasalahan ini bisa selesai,” harapnya.

Karena kalau tidak dibuat seperti ini atau tidak melakukan tindakan-tindakan yang sesuai jalurnya,
ya pemerintah pun tidak akan tahu.
kami selaku pengurus koprasi sudah melaporkan hal ini ke Indonesia Raya,
salah satunya ke Pak Presiden Prabowo dan juga beserta jajarannya.

Kami berharap adanya perbaikan dalam sistem kinerja yang bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat dan juga kami sangat berharap kerugian-kerugian yang dilakukan mereka terhadap petani plasma bisa dikembalikan.

“Ahmad Fatoni memaparkan, lahan plasma ini kan luasannya hampir 988 hektare,97
Masa hampir 15 tahun ini
Nol hasilnya, ada apa ini
Tentu ada penzoliman –
Penzoliman, inilah yang kami ungkap saat ini, salah satunya melalui
Pelaporan ke Kapolda Kalbar, tentang lahan plasma seluas
988,97 hektare.
Itu petani cuma mendapatkan Rp200 per hektare, per bulan.

Itu pun cuma dana talangan yang menjadi hutang, bukan dana hasil.
Jadi intinya selama ini belum ada hasil yang di berikan kepada petani plasma,”jelas Fatoni.

Diwaktu yang sama Manajer PT. Umekah Sari Pratama (USP) Frengky Sitanggang, saya kira terhadap tuntutan yang disampaikan oleh para petani tadi kan memang sudah dilakukan langkah hukum oleh pihak koperasi,
melalui laporan pengaduan ke pihak Polda Kalbar dalam hal ini di Krimsus.
Tentu saja kita menghargai setiap upaya-upaya positif yang dilakukan oleh pihak koperasi.
Nah nantinya tentu akan ada pemanggilan dari pihak kedua belah pihak, dari Polda Kalbar.

Lebih lanjut, Frengky Sitanggang Manajer PT. USP memaparkan, tentunya kan Polda Kalbar mewakili pemerintah dalam penyelesaian konflik yang terjadi antara pihak masyarakat dengan pihak perusahaan.
Kami mengapresiasi dan kami juga memohon dukungan dari semua pihak, terutama dari pihak kooperasi,” harapnya.

Saya Selalu Management Mari kita sama-sama mengawal laporan yang sudah disampaikan oleh pihak kooperasi supaya ketemu Pak, supaya ada win-win solusi antara kedua pihak.
Kami juga berharap ada solusi terbaik atas permasalahan ini, karena kita tidak mau masalah ini berkepanjangan dan kita juga tidak mau nantinya dalam permasalahan ini ada oknum – oknum yang mengambil kesempatan, yang dapat merugikan petani sendiri.

Maka itu kami juga mengimbau kepada seluruh anggota petani plasma dan pihak koperasi supaya dapat menahan diri dan melakukan langkah-langkah positif
dan membuka ruang komunikasi atas segala bentuk upaya yang akan dilakukan atas permasalahan ini. Saya kira kan dalam bentuk setiap perjanjian ini kan ada kesepakatan kedua belah pihak.
Tentunya penentuan itu juga sudah pasti ada persetujuan antara koperasi dengan pihak perusahaan.
Kalaupun misalnya dirasa ada sesuatu yang salah di dalam perjanjian itu, tentu kan ada langkah-langkah yang memang bisa ditempuh.

Tapi yang perlu kami sampaikan bahwa setiap perjanjian yang kita lakukan antara perusahaan dengan koperasi itu pasti melalui kesepakatan kedua belah pihak,” ungkap Manajer PT. USP.

Kapolsek Manis Mata IPTU Meinardus Yudiansyah S.H.,
Pada prinsipnya kami selaku pihak Polsek Nanis Mata, selaku pengamanan wilayah,
berharap masyarakat selalu menjaga kamtibmas, yang kondusif,
selanjutnya tidak melakukan hal-hal yang sifatnya kontraproduktif,
yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pada prinsipnya perusahaan hadir tentunya pasti punya niat baik untuk mensejahterakan masyarakat, apabila ada persoalan-persoalan, miskomunikasi antara pihak perusahaan dengan masyarakat,
tentunya harus diselesaikan dengan cara duduk bersama, mencari solusi-solusi terbaik.

Dengan adanya pelaporan di Polda Kalimantan Barat, tentunya kita harus mempercayakan kepada pengurus yang telah melaporkan kepada pihak kepolisian.

Mempercayakan dengan cara mengawal setiap prosesnya supaya membuahkan hasil.
Nah selama proses berjalan masyarakat juga harus memahami bahwa kalau sudah mempercayakan kepada pihak kepolisian ya laksanakan itu dan jangan lakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kepala Desa Pelempangan, Haliman, menanggapi terkait dengan kegiatan orasi yang di lakukan oleh masyarakat, itu tadi kalau menurut saya selaku kepala desa, berharap ke depan ada perubahan yang lebih baik.

Karena apa yang disampaikan dalam orasi tersebut memang benar, Terus kait dengan pembagian plasma pada petani itu memang hanya mendapatkan dana talangan sekitar hanya Rp200.000.sejak tahun pertengahan 2024.
Sedangkan di tahun-tahun yang lalu belum sampai 200 ribu, malah hanya Rp 100.000 itupun bukan hasil tapi hutang.

Terkait dengan pelaksanaan orasi tadi, saya mengimbau kepada masyarakat karena proses ini kan sudah berjalan,
sesuai aturan yang berlaku,
Nah itu tinggal tergantung dari kerjanya tim dan polda Kalbar, koprasi dan PT USP.

Harapannya semua bisa selesai,
Apa yang diharapkan masyarakat bisa berhasil, karena saya juga selaku kepala desa, mengharapkan itu, selain itu saya juga punya hak juga di plasma itu.

“Memang merasakan keluhannya bukan hanya warga saja, sampai saya pun merasakan, jadi keluhan mereka itu memang betul, saya pun merasakan juga.

Tapi dengan harapan besar, supaya ada perubahan yang lebih baik dan membuahkan hasil yang lebih sesuai dengan harapan petani plasma,” tutup Kades Haliman.

Kaperwil Prov. Kalimantan Barat Syarif Achmad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *