Pasangkayu- Dalam rangka mengembangkan potensi ekonomi di sekitar wilayah operasional perusahaan,
PT Astra Agro Lestari (AAL) melakukan pembinaan melalui dana CSR (Corporate Social Responsility) yang berbasis 4 pilar, yakni ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan.
Salah satu anak usaha PT AAL bergerak di industri perkebunan kelapa sawit, yakni PT Pasangkayu telah lama membina usaha mikro kecil menengah (UMKM) budidaya jamur di wilayah kerjanya seperti UMKM Jamur Desa Pakava, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Budidaya jamur ini menjadi salah satu komoditas yang banyak diperdagangkan di pasaran. Dan UMKM Jamur Desa Pakava membudidayakan jamur merang dengan menggunakan janjang kosong (jankos) tandan buah segar (TBS) dari pabrik kelapa sawit (PKS) PT Pasangkayu.
Jamur merang mentah dihasilkan berbahan dasar dari janjangan jankos kelapa sawit dari sisa pengolahan sawit, dimana tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan hasil olahan utama dari industri pengolahan kelapa sawit.
Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu, Arham Bustaman mengapresiasi Astra Agro Lestari atas dukungannya terhadap peningkatan UMKM di Kabupaten Pasangkayu.
“Itu mesti ditiru perusahaan lain, agar para UMKM lebih berkembang demi kemajuan daerah dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” ungkap Arham politisi Partai Nasdem ini di Pasangkayu, Kamis (26/12/2024).
Selain perusahaan, kata Arham, pemerintah juga punya kewajiban melakukan hal yang sama.
“Masyarakat harus dirangsang untuk berkreasi sesuai bidangnya, baik segi kemauan ataupun kemampuan. Ini akan mengurangi ketergantungannya,” katanya.
Arham berharap pemerintah dapat memfasilitasi UMKM, agar produknya dapat pangsa pasar lebih luas lagi.
“Diharapkan instansi terkait membantu UMKM untuk pengurusan produk atau sertifikasi halal serta dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Hal ini agar produk UMKM di Pasangkayu bisa bersaing dengan produk lainnya,” harapnya.(Jamal)







