Barru Sulawesi Selatan Detektif — Hari ini, 21 Juni 2025, tepat 55 tahun bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, Ir. Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia dan Proklamator Kemerdekaan.
Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di Jakarta, dalam usia 69 tahun. Beliau menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto setelah mengalami penurunan kesehatan dan menjalani masa-masa sulit pasca lengser dari tampuk kekuasaan.
Meski raganya telah tiada, gagasan dan semangatnya tetap hidup dalam jiwa bangsa. Bung Karno bukan hanya tokoh kemerdekaan, tetapi juga simbol perjuangan, nasionalisme, dan keberanian melawan penjajahan. Kepemimpinannya menorehkan jejak sejarah penting: dari Konferensi Asia-Afrika, penegasan identitas nasional lewat Pancasila, hingga membangkitkan rasa bangga sebagai bangsa merdeka.
Jenazahnya dimakamkan di Blitar, Jawa Timur, berdampingan dengan makam ibundanya, sebagai bentuk penghormatan abadi dari rakyat kepada bapak pendiri bangsa.
Hari wafat Bung Karno bukan sekadar hari duka, tapi momentum untuk mengenang dan melanjutkan perjuangannya: mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.” — Ir. Soekarno
Ditulis oleh: Tajuddin







