Palu, Sulawesi Tengah –
Cerita tentang Kota Wintira, sebuah kota gaib yang diduga berada di kawasan perbukitan antara Palu dan Poso, kembali menjadi perbincangan hangat. Kota ini diyakini oleh masyarakat lokal sebagai kota tak kasat mata yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu dengan mata batin yang terbuka.
Menurut kepercayaan masyarakat Kaili, Wintira bukanlah kota biasa. Kota ini digambarkan sangat megah, dengan bangunan berlapis emas, jalan-jalan yang bersinar, serta suasana yang tenang dan damai. Beberapa saksi mengaku pernah melihat kilatan cahaya aneh di hutan saat mendaki Gunung Nokilalaki, yang diyakini berasal dari kota tersebut.
“Saya pernah tersesat di kawasan hutan saat mendaki, dan tiba-tiba melihat pemandangan seperti kota emas yang muncul di balik kabut,” ungkap Andi P., seorang pendaki asal Makassar yang sempat melakukan ekspedisi di kawasan tersebut. “Namun saat saya coba mendekat, semuanya hilang begitu saja.”
Wintira juga sering disebut sebagai kota jin muslim atau bahkan sisa dari peradaban Atlantis oleh sebagian spiritualis. Namun, hingga kini, tidak ada bukti ilmiah yang dapat membenarkan klaim tersebut.
Pihak Balai Taman Nasional Lore Lindu, yang mengelola sebagian kawasan hutan di wilayah itu, menyatakan belum pernah menemukan bukti fisik mengenai keberadaan kota misterius tersebut. Namun mereka mengakui bahwa wilayah tersebut memang kaya dengan cerita rakyat dan kepercayaan lokal.
“Kita harus menghargai cerita masyarakat sebagai bagian dari budaya dan warisan tak benda,” ujar salah satu petugas.
Wintira kini telah menjadi bagian dari wisata mistis yang menarik minat para peneliti spiritual, penjelajah alam, dan pencinta misteri dari berbagai daerah di Indonesia.
Apakah Kota Wintira benar-benar ada, atau hanya mitos turun-temurun yang berkembang di masyarakat? Hingga kini, misterinya masih tersimpan rapat di balik rimbunnya hutan Sulawesi Tengah.







